HENDRIPAL SYUKUR.S.Pd.M.Pd

HENDRIPAL SYUKUR.S.Pd.M.Pd
MY FAMILY

Kamis, 31 Mei 2012


1.        BILANGAN
BAHAN AJAR MATEMATIKA SMP
KELAS VII.

DISUSUN
OLEH : HENDRIPAL.S.Pd

Rabu, 16 Mei 2012


BILANGAN PECAHAN
BAHAN AJAR SMP KELAS VII
 DISUSUN OLEH HENDRIPAL.S.Pd


PENGERTIAN BILANGAN PECAHAN


STANDAR KOMPETENSI – 1 ( BILANGAN )
Memahami sifat-sifat hitung bilangan dan penggunaannya dalam pemecahan masalah.
KOMPETENSI DASAR 1.2
Melakukan operasi hitung dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan pecahan
INDIKATOR
1.Menentukan nilai pembilang dan penyebut dari suatu pecahan.
2.Menentukan bagian dari satu variabel melalui nilai pecahan.

KAJIAN KONTEKS MATERI
Bagaimana Menyelesaikan Masalah ?
Apakah anda pernah mengalami permasalahan ketika mendapatkan peristiwa sehari-hari seperti di bawah ini ? Bagaimana anda menyelesaikan masalah tersebut ? Sekarang coba anda diskusikan dan selesaikan macam –macam masalah di bawah ini !
MASALAH 1 : Anda harus membagi sebuah semangka kepada 4 orang temanmu, sehingga masin-masing temanmu mendapatkan bagian yang sama ! Berapa bagian
yang didapat dari masing-masing temanmu ?
JAWAB : ………………………………………………………………………………
MASALAH 2 : Anda harus membagi tiga buah jeruk kepada kedua adikmu, sehingga masing- masing adikmu mendapat bagian yang sama ? Berapa bagian yang didapat dari masing-masing Adikmu ?
JAWAB : ……………………………………………………………………………………..
MASALAH 3 : Anda harus membayar di Kassa ( Kasir ) Super Market sebesar Rp. 10.000,00
` untuk pembelian apel, sedangkan harga per kg-nya Rp.8.000,00 ! Berapa kg ape
yang anda beli ?
JAWAB : ……………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………………………..
MASALAH 3 : Anda harus menghitung besarnya bunga bank per tahun jika tabungan anda
Menjadi Rp. 672. 000,00, padahal tabungan anda hanya menabung
Rp.600.000,00 ?
JAWAB : ………………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………….
Bilangan ½ merupakan bilangan pecahan, dengan 1 disebut pembilang dan 2 disebut penyebut.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa pecahan merupakan bagian dari
keseluruhan,atau pecahan merupakan hasil bagi suatu bilangan cacah dengan bilangan
cacah bukan nol yang lain.
Atau dapat dirumuskan menjadi : Jika p dan q bilangan cacah dengan q ¹ 0, maka qp
merupakan
bilangan pecahan dengan p disebut pembilang dan q disebut penyebut.
UJI PENALARAN DAN PEMAHAMAN KONSEP
.Panjang sebuah pita adalah 16 cm. Berapakah panjang dari:
a.setengah pita itu
b.seperempat pita itu
c.lima perdelapan pita itu
Jawab :
a.Panjang dari setengah pita itu           = …… × …….. = ……….. cm.
b.Panjang dari seperempat pita itu       = …… × ……. = …………cm.
c.Panjang dari lima perdelapan pita itu = …… × …… = ………… cm.
UJI PEMECAHAN MASALAH
Ibu memotong semangka menjadi 8 bagian yang sama. Rika memakannya sebanyak 3 potong.
Berapa bagian (dalam bentuk pecahan) sisa semangka tersebut?
Jawab : .....................................................................................................................................……………………………………………………………………………………………………………

4. Bangun Ruang Sisi Datar
BAHAN AJAR MATEMATIKA SMP
KELAS VIII
 DISUSUN OLEH HENDRIPAL.S.Pd

Bangun Ruang Sisi Datar
Standar Kompetensi
Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas dan
bagian-bagiannya serta menentukan ukurannya
Kompetensi Dasar
4.1 Menentukan unsur dan bagian-bagian lingkaran
4.2 Menghitung keliling dan luas bidang lingkaran
4.3 Menggunakan hubungan sudut pusat, panjang
busur, luas juring dalam pemecahan masalah
4.4 Menghitung panjang garis singgung
persekutuan dua lingkaran
4.5 Melukis lingkaran dalam dan lingkaran luar
Bab 7
1. Bangun Ruang Sisi Tegak
Apa yang akan kamu
pelajari?
· Mengidentifikasi bagianbagian kubus dan balok
Kata Kunci:
􀁸 Sisi (Bidang sisi)
􀁸 Rusuk
􀁸 Titik sudut
􀁸 Diagonal sisi
􀁸 Diagonal ruang
􀁸 Bidang diagonal





Mengenal Bidang, Rusuk dan Titik
Kubus dan Balok     

Sisi (Bidang sisi)
Kerja Kelompok
1. Perhatikan ruang kelasmu.
a. Berbentuk bangun ruang apakah ruang
kelasmu, balok atau kubus?
b. Saat ini kalian berada pada bagian mana
dari ruang kelas itu, bagian dalam atau bagian
luar?
c. Bagian dalam dan luar ruang kelasmu dibatasi oleh beberapa dinding, bukan? Dinding itu merupakan batas yang memisahkan bagian dalam dan bagian luar ruang kelas. Berapa banyaknya dinding itu? Bagaimanakah
bentuknya?
d. Apakah ruang kelasmu hanya dibatasi dinding-dinding saja?
e. Apakah langit-langit dan lantai kelasmu
merupakan batas ruang kelasmu? Mengapa?
f. Apakah langit-langit dan lantai merupakan bidang datar? Mengapa?
7.1 Kubus dan Balok
Sisi pada bangunruang berupa bidang datar,karena yangmembatasi bagian dalam dan luarbangun ruangadalah bidang.Sedangkan sisi pada bangun datarberupa garis,
karena yang membatasi bagian dalam dan bagian luar bangun datar adalah garis.
A
g. Bila ruang kelasmu dianggap sebagai balok atau kubus,maka dinding serta langit-langit dan lantai ruang yang membatasi bagian dalam dan luar kelasmu dapat dipandang sebagai bidang. Berapa banyak bidang yang Membatasi kubus atau balok?
Perhatikan bahwa pada bangun ruang (tidak hanya kubus dan balok) terdapat bidang yang membatasi bagian dalam dan bagian luar bangun ruang. Bidang yang demikian itu disebut bidang sisi dan untuk selanjutnya disebut sisi saja. Sisi bangun ruang dapat berbentuk bidang datar atau bidang lengkung.
h. Dapatkah kalian menunjukkan bangun ruang yang memiliki sisi berbentuk bidang lengkung? Sebutkan!


Rusuk
Kerja Kelompok
2. a. Perhatikan pertemuan (perpotongan) antara dinding dengan dinding, dinding dengan langit-langit dan dinding dengan lantai ruang kelasmu. Apakah yangterjadi? Jelaskan.
b. Bila ruang kelasmu dianggap merupakan bangun kubus atau balok, dan dinding-dinding, langit-langit serta lantai ruang kelasmu merupakan sisi-sisinya, maka perpotongan sisi-sisi itu membentuk sebuah garis.
Berapa banyak garis yang terjadi? Perhatikan bahwa sisi-sisi bangun ruang (tidak hanya kubus dan balok) ada yang saling berpotongan membentuk
sebuah garis (garis lurus atau lengkung). Garis tersebut dinamakan rusuk.
c. Sebutkan bangun ruang yang rusuknya merupakan garis lengkung?


3. Faktorisasi Suku Aljabar
BAHAN AJAR MATEMATIKA SMP
KELAS VIII

DISUSUN
OLEH HENDRIPAL.SPd

Standar Kompetensi
Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan
persamaan garis lurus.
Kompetensi Dasar
1.1 Melakukan operasi aljabar.
1.2 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam factorfaktornya.
Bab 1
1 Faktorisasi Suku Aljabar
Masih ingatkah kamu tentang penjumlahan
bilangan bulat? Coba kerjakan beberapa soal
berikut.
2+ (-3) = . . .
-4 - (-5) = . . .
7 + (-2) = . . .
Jika kamu lupa, sebaiknya kamu pelajari kembali. Pemahaman tentang penjumlahan bilangan bulat diperlukan untuk dapat memahami
materi pada Bab 1 ini dengan baik. Misalkan kamu akan berbelanja 5kg gula dan 7 kg beras. Jika harga gula adalah g rupiah perkilogram dan harga beras adalah b rupiah perkilogram, maka uang yang harus kamu bayar
adalah 5g + 7b rupiah.
Bentuk 5g+7b adalah salah satu contoh
bentuk aljabar. Pada bentuk aljabar 5g+7b, g dan b disebut variabel. Bilangan 5 disebut koefisien dari g dan 7 disebut koefisien dari b. 5g dan 7b disebut suku dari bentuk aljabar 5g+7b. Jadi 5g+7b terdiri
dari dua suku. Bentuk aljabar yang terdiri dari dua suku disebut suku dua (binomial), yang mempunyai tiga suku disebut suku tiga (trinomial) dan yang terdiri dari dari satu suku disebut suku satu (monomial). Bentuk aljabar yang mempunyai dua suku atau lebih disebut suku banyak (polinomial).

Berikut ini beberapa contoh dari bentuk aljabar.
1. 2h+6s-7k adalah contoh suku tiga(trinomial).
1.1 Suku Banyak
Apa yang akan kamu
pelajari?
Mengelompokkan sukusuku sejenis dari suatu suku banyak. Menyederhanakan suku banyak Menentukan hasil kali suatu bilangan dengan suku dua. Menentukan hasil kali suku satu dengan suku
dua.
Menentukan hasil kali suku dua dengan suku dua.Menentukan perpangkatan suku dua
Kata Kunci:
Suku-suku sejenis
Suku banyak (polinomial)
Suku satu (monomial)
Suku dua (binomial)
Suku tiga (trinomial)
Sifat Distributif

A Pengertian suku banyak
Variabelnya adalah h, s dan k. Bilangan 2 adalah koefisiendari h, 6 adalah koefisien s dan -7 adalah koefisien k.
2. -4w + 8 adalah contoh suku dua (binomial). Variabelnya adalah w. Bilangan 8 disebut dengan konstanta.
Nama Suku Banyak Contoh
Suku dua (Binomial) 5h+2 f 8 c+2 C2 + 3C
Suku tiga (Trinomial) 3h+2f+m 52c+36w+4 C2-5c+2
Suku banyak yang lain (dapat memiliki suku-suku yang terbatas):
c4 + r3+2c+5+z 2x3 + 4x2+8t+z-3 3c3+3f+3h+2m+2x-5
Bila suatu bentuk hanya memiliki satu suku, maka bentuk itu disebut monomial (suku satu) dan tidak termasuk dalam suku banyak.
Berikut contoh suku satu
7h, 3x2 z, 6cdr
Agar mudah dibaca dan difahami, penulisan suku banyak biasanya memperhatikan urutan pangkat variabel dan urutan Huruf yang dipakai sebagai variabel.
a) 2s2 + 3a 6y3 + 2a3 + 5t5 7 sering ditulis sebagai
5t 5 + 2a3 + 3a 6y3 + 2s2 7 .
b) 2x2 + 4 p2 5x + 6y3 + 2 p3 + 8 + 5t 2 sering ditulis
2 p3 + 4 p2 + 6y3 + 5t 2 2x2 + 8

Menyederhanakan Bentuk Aljabar
Ingatkah kamu bagaimana mengkombinasi dan
menyederhanakan bentuk aljabar seperti h + h + k + s + k + c
+ h ?
Ingat bahwa ada beberapa variabel yang sama. Kita menyebutnya
suku sejenis. Jika bentuk aljabar tersebut panjang dan
membingungkan, bentuk aljabar tersebut dapat dikelompokkan
berdasarkan suku-suku yang sama. Bila bentuk aljabar tersebut
dikelompokkan berdasarkan suku-suku yang sama, maka akan
diperoleh
( h + h + h ) + ( k + k ) + s + c = 3h + 2k + s + c .
Contoh 1
Faktorisasi Suku Aljabar
Berikut ini diberikan beberapa contoh dari beberapa bentuk
aljabar yang sering dilihat dalam buku-buku matematika.
a) 2x - 5 - 3x + 1 = 2x - 3x - 5 + 1
= (2-3)x -4
= -1x - 4.
-1x selanjutnya boleh hanya ditulis dengan -x, demikian juga
1x boleh hanya ditulis dengan x.
b) 5k + 4j - 2h -8k + 6 - 7h = 5k - 8k + 4j -2h - 7h +6
= -3k +4j -9h+6.
Contoh 2
Contoh 3
Masih Ingatkah kamu?
Suku pada bentuk aljabar dapat berupa bilangan atau variabel atau
suatu perkalian antara bilangan dan variabel.
Suku sejenis adalah suku-suku yang memuat variabel yang
sama.
Konstanta adalah suku yang tidak memuat variabel.
Kerjakan Bersama-sama
Untuk memudahkan memahami cara menyederhanakan bentuk
aljabar, kita dapat menggunakan bantuan model.
Model yang digunakan di sini dinamakan ubin aljabar.
Bentuk 2x - 5 - 3x + 1 dapat dimodelkan seperti berikut.
M o d e l t e r s e b u t d a p a t
disederhanakan dengan cara mengelompokkan model-model sejenis. Jika pada pengelompokan itu terdapat pasangan nol, maka semua pasangan nol yang ada dihapus.diperoleh
Jadi bentuk sederhana dari 2x-3x-5+1 adalah -x-4

1 Faktorisasi Suku Aljabar
Selanjutnya pikirkan dan diskusikan!
1. Tuliskan bentuk-bentuk aljabar berikut dalam bentuk yang
paling sederhana.
a. 4x - 2x b. 5 + 2x - 1 c. 3x - 6x + 4
d. 8 + 3x - x - 6 e. 6 + 6x f. 3x + 3x - x
g. 4x2 - x h. 5x2 + 2x - 3 i. 2x3 - 3x -x2 + 2x + 5
2. Gunakanlah ubin aljabar untuk menjelaskan bahwa
z - 4z = - 3z.
3. Cobalah kamu tulis satu contoh dan satu non-contoh dari
suku satu, suku dua dan suku tiga. Jelaskan mengapa disebut
contoh dan mengapa non-contoh!
1. Gunakanlah model ubin aljabar untuk menyederhanakan -y
+ 5 + 3y – 4.
2. Sederhanakanlah setiap bentuk aljabar berikut.
a. x + 1,3 + 7x
b. 7y2 – 3y + 4y + 8y2 + 4y
c. c2 + 2c c2 c
3. Tiga orang siswa menyederhanakan 3p – 4p. Masing-masing
memperoleh hasil –1, –p, –1p. Tulislah jawaban manakah yang
benar dan jelaskan alasanmu.
4. Tulislah tiga bentuk aljabar yang merupakan binomial atau
suku dua. Jelaskan mengapa ketiga bentuk tersebut disebut
binomial.
5. Tentukan apakah setiap bentuk aljabar berikut merupakan polinomial.
Jika ya, tentukan apakah sebagai monomial, binomial,
atau trinomial.
6. Pertanyaan Terbuka. Tulislah bentuk aljabar yang memuat
4 suku dan dapat disederhanakan menjadi 2 suku.
a. 2
x b. –5 c. ab c
c
d. 3x2 + 4x – 2
7. Ukuran dari dua sudut suatu segitiga
ditunjukkan pada gambar di
samping. Tentukan jumlah dari
ukuran kedua sudut tersebut.
Latihan 1.1.a
2. Perkalian Bentuk Aljabar

PERKALIAN SUKU DUA
Kerjakan secara Bersama-sama Bahan: ubin aljabar Ubin aljabar dinamai berdasarkan luas suatu persegi atau persegipanjang. Luas suatu persegipanjang merupakan hasil kali dari panjang dan lebarnya. Kamu dapat menggunakan ubin aljabar untuk memodelkan persegi panjang yang lebih kompleks. Persegipanjang-persegipanjang ini akan membantu kamu memahami bagaimana menentukan hasil kali suku dua yang bentuknya sederhana.Panjang dan lebar masing-masing menyatakan faktor yang dikalikan.

Tugasmu!
Kerjakanlah dengan teman kelompokmu bagaimana menentukan
x(x + 2).
Caranya adalah seperti berikut.
• Buatlah sebuah persegipanjang dengan panjang x + 2
dan
lebar x. Gunakan ubin aljabar untuk menandai faktor
yang dikalikan.
• Gunakan tanda itu sebagai pedoman mengisi persegipanjang
dengan ubin aljabar.
B
Faktorisasi Suku Aljabar
Pada bagian Lab Mini, kita telah menentukan luas suatu
persegipanjang dengan menggunakan bantuan model aljabar.
Sekarang kita akan menggunakan sifat distributif yang telah
kamu pelajari di Kelas VII.
Cobalah kamu selesaikan perkalian suku satu dan suku dua
berikut tanpa menggunakan model, tetapi gunakan sifat
distributif.
a. 7(2x + 5)
b. (3x – 7) 4x
Tentukan luas persegipanjang itu dengan menggunakan dua cara.
Cara I:
menjumlahkan luas ubin-ubin aljabar yang menutupi persegi- panjang
itu.
Cara II:
menggunakan rumus luas suatu persegipanjang dan menerapkan sifat
distributif perkalian terhadap penjumlahan.
• Bandingkan jawaban yang kamu peroleh dari kedua cara di atas.
Diskusikanlah!
1. Nyatakan apakah setiap pernyataan berikut benar atau salah.
Periksa jawabanmu dengan menggunakan ubin aljabar.
a.x(2x + 3) = 2x2 + 3x b.2x(3x + 4) = 6x2 + 8x
2. Tentukan hasil setiap perkalian berikut dengan menggunakan ubin
aljabar.
a.x(x + 5) b. 2x(x + 2)
c. 3x(2x + 1)
3. Misalkan Agus mempunyai sebuah taman yang ukuran panjang setiap sisinya x meter. Jika Agus bermaksud memperluas taman itu dengan panjang menjadi dua kali dari ukuran semula dan lebarnya ditambah 3 meter. Bagaimana luas dari taman yang baru tersebut.
3 .Masalah Genetika
Keterkaitan. Berabad-abad orang telah tertarik mengapa satu generasi berbeda satu sama lain dan mengapa anak mirip dengan orang tuanya.
a. Jika ayah dan ibu dari suatu keluarga berkulit hitam, apakah ada
kemungkinan anak dari orang tua itu
berkulit putih? Jelaskan alasanmu.
b. Jika ayah dan ibu dari suatu keluarga berhidung mancung, apakah ada kemungkinan anak dari orang tua tersebut berhidung pesek? Jelaskan alasanmu.
Dalam diri manusia terdapat gen yang menentukan sifat keturunan. Misalkan, sepasang orang tua mempunyai rambut keriting dengan genotif Kk. Gen K menunjukkan gen dominan untuk rambut keriting dan gen k menunjukkan gen resesif untuk rambut lurus. Huruf di bagian kotak paling kiri dan atas menyatakan gen orang tua. Sedangkan huruf di dalam kotak
menunjukkan kemungkinan kombinasi gen.

Contoh 3
Perkalian suku satu dengan suku dua dapat dimodelkan sebagai suatu
persegipanjang yang dibentuk dengan menggunakan ubin aljabar.
• Bentuk aljabar (x + 2) 2x dimodelkan sebagai persegipanjang yang
panjang x + 2 dan lebarnya 2x.
• Hasil dari (x + 2) 2x menyatakan luas persegipanjang, dapat ditentukan
dengan dua cara.
Cara I:
Jumlahkan luas ubin-ubin aljabar pembentuk persegipanjang. Yaitu:
x2 + x2 + x + x + x + x = 2x2 + 4x
Cara II:
Menerapkan sifat distributif:
(x + 2) 2x = (x) 2x + (2) 2x = 2x2 + 4x
Faktorisasi Suku Aljabar
Apabila gen orang tua digabungkan
maka semua kombinasi yang mungkin
adalah
(K + k)(K + k) = KK + Kk + Kk + kk
= KK + 2Kk + kk
Arti dari kombinasi gen di atas adalah, kemungkinan jenis rambut
anak dari kedua orang tua tersebut adalah rambut keriting atau
rambut lurus.
(K + k)(K + k) adalah satu contoh perkalian suku dua dengan
suku dua.
Coba tuliskan contoh lain bentuk perkalian suku dua dengan suku dua.
Ubin aljabar dapat juga digunakan untuk membantumu dalam memahami perkalian suku dua dengan suku dua. Berikut ini diberikan beberapa masalah
Kerjakan bersama-sama
1. Selesaikanlah perkalian (x + 3)(x + 2) dengan
mengacu pada Lab Mini halaman 8. Jelaskan
langkah-langkah yang kamu gunakan.

2. Sebuah kebun berbentuk persegipanjang. Panjang kebun itu 5 m lebihnya dari dua kali lebar kebun. Pada kedua sisi kebun terdapat
jalan dengan lebar 1 m. Luas jalan pinggir kebun adalah 24 m2. Berapakah panjang dan lebar kebun tersebut?
Untuk menjawab permasalahan ke-2 tersebut, kamu dapat menggunakan ubin aljabar guna memodelkan permasalahan di
atas.
Eksplorasi. Misal x menyatakan lebar kebun.
Maka 2x + 5 menyatakan panjang kebun.
x + 1 menyatakan lebar kebun dan jalan.
2x + 6 menyatakan panjang kebun dan jalan.
Jadi x(2x + 5) = luas kebun.
(x + 1)(2x + 6) = luas kebun dan jalan.

Lebar kebun adalah 6 m.
Panjang kebun (2x + 5) m= (2(6) + 5) m = 17 m.
Coba periksa apakah hasil yang diperoleh sudah cocok, jika
x = 6 kamu substitusikan pada persamaan (*)!
Apakah kamu dapat menyelesaikan soal ini dengan cara lain?
Jelaskan!
3. Selesaikan dengan menggunakan langkah-langkah yang kamu gunakan!
a. (2x + 3)(3x + 5) b. (2x + 1)(5x – 3)
Cara lain yang dapat digunakan untuk menentukan hasil kali dua buah suku dua dengan cara seperti berikut ini.
( a + b) ( c + d) = a.c + a.d + b.c + b.d
1. (2x + 5)(x+2) = 2x.x + 2x.2+ 5.x+5.2
= 2x2 + 4x + 5x + 10
= 2x2 + 9x + 10
Contoh 4
Penyelesaian: (x + 1)(2x + 6) – x(2x + 5) = 24 (Mengapa?)
2x2+6x + 2x + 6 – 2x2 – 5x = 24 (Mengapa?)
(2x2 –2x2) + (6x + 2x –5x) + 6 = 24 (Mengapa?)
3x + 6 = 24 (Mengapa?)
3x = 18 (Mengapa?)
x = 6 (Mengapa?)
(x + 1)(2x + 6) – x(2x + 5) = 24 ( * )
 Faktorisasi Suku Aljabar
2. (-x+3) (3x-2) = (-x) 3x + (-x).(-2) + 3.3x + 3 (-2)
= -3x2 + 2x + 9x - 6
= -3x2 + 11x – 6